Rabu, 13 Mei 2009

Bedah kurikulum dalam KTSP

Kata banyak pendidik, sekarang ini jamannya KTSP. Sebuah singkatan yang pasti anda tahu artinya. Dengan segenap prasangka baik saya yakin KTSP dibuat untuk menolong guru, bukan malah mempersulit. Jika yang terjadi di lapangan banyak guru merasa kesulitan dalam menerapkan, mungkin yang harus ditambah adalah semangat guru untuk bereksplorasi dan mencari metode pembelajaran yang baru dan menantang sebagai pelengkap.

Dengan adanya KTSP sebenarnya guru dan semua elemen sekolah kembali belajar dan memaknai perencanaan pengajaran sebagai cara untuk lebih baik dalam membelajarkan siswa.

Mari menjadikan KTSP sebagai pengiring bagi guru dalam menjalani manajemen berbasis Sekolah yang berlandaskan pada otonomi.

Sudah sepantasnyalah semua pihak dalam hal ini, pengawas, kepala Sekolah dan guru menjadikan RPP dan silabus dalam KTSP sebagai working document.


Working document berarti sebuah dokumen kerja yang terus menerus berkembang dan dikembangkan. Tidak ada kata ‘salah’ saat mengembangkan sebuah dokumen kerja.

Semangat bereksplorasi dan terus kembali pada panduan yang sudah ada dan disediakan harus terus dipupuk jika tidak ingin KTSP bernasib sama dengan kerangka kerja kurikulum sebelumnya. Untuk itu langkah yang sekolah bisa lakukan untuk membuat KTSP menjadi perangkat yang setia dalam merancanakan pembelajaran antara lain dengan melakukan bedah kurikulum.

Dalam proses ini guru akan mengumpulkan dan mendokumentasikan data yang ada dalam kurikulum. Secara bersama-sama guru mengidentifikasi keterampilan dan isi materi yang diajarkan serta penilaian yang digunakan per mata pelajaran dan tingkatan kelas.

Dengan demikian guru mempunyai catatan mengenai apa yang sudah dan belum diajarkan.

Dalam kegiatan bedah kurikulum langkah-langkah yang perlu dilakukan antara lain:

1. Mengumpulkan data semua kurikulum KBK dan KTSP yang ada

2. Semua guru melakukan review terhadap kurikulum (masing-masing melihat kompetensi dasar dan standar kompetensi)

3. Bergabung dalam grup dengan jumlah yang disesuaikan, kemudian berbagi hasil temuan

4. Setiap grup membandingkan apa yang sudah ditemukan

5. Bersama-sama mengidentifikasi:

  • Pemahaman Bermakna (enduring understanding)
  • Pertanyaan Inti (essential question)
  • Penilaian yang utama dan alternative penilaian
  • Kegiatan Belajar Mengajar seperti apa yang bisa dilakukan
  • Metode pembelajaran apa yang cocok
  • Keterampilan serta pengetahuan apa yang harus dikuasai
  • Identifikasi tema-tema besar yang diperlukan dalam perencanaan pembelajaran setahun ajaran
  • Menentukan tema yang mungkin diambil (kriteria: menarik, relevan, menantang, signifikan)
  • Tema dapat diambil dari salah satu/lebih dari satu bidang studi
  • Susun dan kelompokkan materi pembelajaran
  • Sesuaikan dengan kalender akademik
  • Tentukan waktu yang dibutuhkan dalam setiap tema

Manfaat yang bisa dipetik dari kegiatan bedah kurikulum ini adalah kegiatan belajar mengajar menjadi lebih terstruktur, secara bersama-sama guru bisa mengidentifikasi hal-hal yang tidak perlu atau sudah ketinggalan jaman dalam membelajarkan siswa, memungkinkan integrasi antar bidang kurikulum. Selain itu program ini bisa membuat rencana penilaian siswa menjadi lebih mudah, saat guru merencanakan pembelajaran dengan gampang guru bisa mengetahui pengetahuan apa saja yang sudah atau belum dikuasai siswa. (ingat metode KWL)

Hal lain yang menjadi perhatian adalah saat melaksanakan kurikulum melalui RPP jangan lupakan bahwa kegiatan pembelajaran harus bersandar pada prinsip ‘PAIKEM’ yaitu, pembelajaran aktif inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

sumber:

http://gurukreatif.wordpress.com/2008/05/08/bedah-kurikulum-dalam-ktsp/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar