Senin, 16 Maret 2009

TEKNIK MENYUSUN ALAT EVALUASI BELAJAR MATA

1. EVALUASI HASIL BELAJAR

Mengukur :

Membandingkan sesuatu dengan satu ukuran

[kuantitatif] - mengetahui keadaan suatu hal menurut apa adanya

yang biasanya dinyatakan dalam bilangan.

• Menilai :

Keputusan terhadap sesuatu ukuran “baik – buruk”

[kualitatif] – pemberian makna dari hasil pengukuran dengan suatu

acuan yang relevan – sehingga diperoleh hasil kualitas.

Evaluasi hasil belajar adalah Langkah mengukur dan menilai.

Evaluasi pengajaran – penaksiran atau penilaian terhadap

pertumbuhan dan perkembangan mahasiswa yang didasarkan pada

tujuan yang telah ditetapkan di dalam kurikulum.

2. TUJUAN EVALUASI

• Mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian

tujuan instruksional peserta didik sehingga dapat diupayakan tindak

lanjutnya.

• Mendiskripsikan kecakapan belajar mahasiswa.

Mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran.

• Menentukan tindak lanjut hasil penilaian – melakukan perbaikan

program.

• Memberikan pertanggungjawab.

1

Makalah disampaikan pada Acara Pembinaan Guru Madrasah Mu’allimat Muhammadiyah

Perguruan 6 Tahun: Tsanawiyah dan Aliyah, pada Sabtu, 26 September 1998.

2

Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.

1


3. FUNGSI EVALUASI

1. Mengetahui kemajuan, perkembangan, keberhasilan siswa

2. Mengetahui tingkat keberhasilan program pengajaran

3. Beperluan Bimbingan dan Penyuluhan

4. Pengembangan, perbaikan kurikulum

4. MACAM-MACAM BENTUK SOAL

1. SOAL ESSAY [Tes Uraian]

Secara umum test essay [tea uraian] adalah pertanyaan yang menuntut

siswa menjawab dalam bentuk menguraikan, menjelaskan, mendiskusikan,

membandingkan, memberikan alasan, dan bentuk lain yang sejenis sesuai

dengan tuntutan pertanyaan dengan menggunakan kata-kata dan bahasa

sensiri.

Maka dalam test dituntut kemampuan siswa untuk menggeneralisasikan gagasannya memalului bahasan tulisan [Nana Sujana,

1992:35], sehingga tipe essay test lebih bersifat power test. Bentuk essay test

[uraian] dibedakan menjadi tiga, yaitu:

a. Pertanyaan bebas

Bentuk pertanyaan diarahkan pada pertanyaan bebas dan jawaban testee

tidak dibatasi, tergantung pada pandangan testee.

b. Pertanyaan terbatas

Pertanyaan pada hal-hal tertentu atau ada pembatan tertentu.

Pembatasan dapat dilihat dari segi: [1] ruang lingkupnya, [2] sudut

pandang jawabannya, dan [3] indikatornya.

c. Pertanyaan terstruktur

Merupakan bentuk antara soal-soal objektif dan essay. Soal dalam bentuk

ini merupakan serangkaian jawaban singkat sekalipun bersifat terbuka

dan bebas jawabannya.

2


2. SOAL OBJEKTIF

Test ini lebih baru dari test essay, tetapi test ini banyak digunakan dalam

menilai hasil belajar disekolah-sekolah. Hal ini disebabkan antara lain karena

luasnya bahan pelajaran yang dapat dicapai dalam test dan mudahnya menilai

jawaban testee. Test ini dikategori selalu menghasilkan nilai yang sama

meskipun yang menilai guru yang berbeda atau guru yang sama pada waktu

yang berbeda. Test objektif lebih dikategori pada speed tests.

a. Tru-false [benar-salah]

Pertanyaannya, berupa kalimat-kalimat pertanyaan yang mengandung dua

kemungkinan benar-salah. Tentu siswa diminta untuk menentukan kaliman

yang mana yang dianggap benar dan salah.

b. Matching-test [menjodohkan]

Test menjodohkan, test ini terdiri dari dua kelompok. Kelompok pertama

berisi kata-kata pertanyaan, di mana kata-kata ini memiliki jodoh atau

pasangan pada kelompok kedua.

Tugas teste [yang ditest] ialah

menjodohkan masing-masing kata atau pertanyaan tersebut dari kelompok

satu dan kelompok ke dua.

c. Fill-in test [test isian]

Test isian, test testee diminta untuk mengisi kalimat yang masih kosong.

Kadang-kadang berupa cerita, bagian yang penting dihilangkan. Testee

diminta untuk mengisi bagian yang kosong tersebut. Misalnya, Pada

tanggal ……….. republik Indonesia menyatakan kemerdekaan. Jawaban :

Benar – Salah.

d. Multiple choice [pilihan ganda]

Test pilihan ganda, test ini untuk setiap pertanyaan disediakan 3,4,5

alternatif jawaban. Untuk itu siswa [testee] diminta memilih satu jawaban

yang paling benar dari alternatif jawaban tersebut. Misalnya: Pendiri

Organisasi Muhammadiyah adalah : [a] KH. Ahmad Dahlan, [b] KH.

Muhammad Mansur, [c] KH. A. Azhar Basyir, [d] KH. AR. Fachrudin.

Persoalan yang dihadapiu pembuat soal pilihan ganda adalah untuk

menyediakan sejumlah jawaban yang baik memang sukar, antara lain jangan

sampai jawaban yang benar itu begitu menyolok, sehingga siswa cenderung

mudah menebak untuk memilih jawaban tersebut. Selain itu, juga membuat

“pengecoh” soal sehingga tidak mudah ditebak oleh siswa. Maka untuk

3


menghindari itu sebaiknya jawaban sedikitnya antara 4 atau 5 dan jawaban

masing pertanyaan hendaknya dibuat variasi

dan jangan konstan

jawabannya.

1.

Kelebihan dan Kelemahan Test Essay

5. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN TEST

a. Kebaikan

1] Menyusun soal sangat mudah

2] Siswa [testee] bebas menjawab

3] Siswa [testee] melatih mengemukakan gagasan

4] Lebih ekonomis

b. Kelemahan

1] Kurang efektif untuk materi yang scopnya luas

2] Jawabannya hetrogen menyulitkan tester

3] Baik-buruk tulisan, panjang pendek, tidak sama jawaban

menimbulan evaluasi dan penskoran kurang objektif

4] Salah pengertian dalam memahami soal test

5] Koreksi memerlukan waktu dan ketelitian.

2. Kelebihan dan Kelemahan Test Objektif

a. Kebaikan

1] Menilai bahan pelajaran scopnya luas

2] Jawaban bebas terpimpin

3] Dinilai secara objektif

4] Pemeriksaan mudah, dan cepat.

b. Kekurangan

1] Kurang memberi kesempatan menyatakan gagasan

2] Testee mencoba-coba, spikulasi

3] Memerlukan ketelitian, waktu cukup lama

4] Kurang ekonomimum langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam

menyusun alat evaluasi hasil belajar adalah:

4


6. LANGKAH PENYUSUNAN [PENULISAN] ALAT EHB

1. Tentukan TIU dan TIK

Dalam program pengajaran tentu TIU dan TIK yang menjadi sasaran dari

hasil belajar. Maka langkah-langkah menyusun soal adalah:

a. Soal disesuaikan TIU – TIK yang telah ditentukan.

b. Memperhatikan aspek kognitif, afektif, psikomotorik

c. Tentukan abiliti yang diukur atau soal mampu mengungkap

kemampuan dalam abiliti tersebut.

d. Tentukan materi yang akan ditanyakan dan tuangkan dalam bentuk

kisi-kisi soal.

2. Prinsip dasar EHB

a. Hasil sesuai dengan tiu–tik

b. Mengukur sampel representatif

c. Mencakup bermacam bentuk soal

d. Memperbaiki cara belajar- mengajar

e. Didisain untuk memperoleh hasil yang diinginkan

f. Reliabel dan valid

g. Kemampuan diskriminatif

h. Objektif dan praktis

3. Menentukan Kisi-kisi Soal

Untuk menjaga agar soal test yang kita susun tidak menyimpang dari

bahan [materi] serta aspek yang akan diungkapkan dalam test, buatlah

sebuah table spesifikasi atau kisi-kisi. Kisi-kisi soal adalah sebuah table

yang memuat perincian materi dan tingkah laku beserta imbangan atau

proporsi yang dihendaki oleh penilai atau guru. Dalam kisi-kisi akan

dicantumkan bahan pengajaran yang hendak diukur, jenis kompetensi yang

akan diukur, jumlah soal, bentuk soal, taraf kesukaran maupun waktu yang

cocok untuk melakukan ujian. Contoh: table spesisifikasi [kisi-kisi] yang

dimulai dari pengisian sel-sel baru kemudian diperoleh jumlah soal tiap

pokok materi. Tabel yang ditampilkan di bawah ini, adalah [1] contoh table

spesifikasi penyusunan soal Mata Pelajaran Al-Islam yang sudah terisi

dengan butir soal. [2] Table Spesifikasi [kisi-kisi] Penyusunan Soal

Pelajaran Al-Islam yang menggunakan model pengisian sel-sel terlebih

dahulu .

DAFTAR BACAAN

M. Ngalim Purwanto, 1991, Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran, Remaja

Rosdakarya, Bandung.

Nana Sudjana, 1992, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Remaja

Rosdakarya, Bandung.

Nasrun Harahap, dkk., 1982, Teknik Penilaian Hasil Belajar, Bulan Bintang, Jakarta.

Suharsimi Arikunto, 1986, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Bina Aksara.

Suke Silverius, 1991, Evaluasi Hasil Belajar dan Umpan Balik, Gramedia

Widiasarana Indonesia, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar