Selasa, 17 Maret 2009

Peningkatan Sarana Prasarana Pendidikan di Badung

Merujuk MOU Antara Pusat dengan Gubernur Bali dan Bupati Kabupaten/Kota Pelaksanaan peningkatan sarana

prasarana pendidikan pada semua jenjang pendidikan seperti pembangunan sekolah baru, penambahan ruang kelas,

rehabilitasi gedung sekolah, pembangunan laboratorium, perpustakaan, pembangunan tembok penyengker,

padmasana, pengadaan meubelair dan pengadaan penunjang pengembangan billingual sekolah standar nasional (SSN)

dan dana pendamping sekolah negeri maupun swasta merujuk kepada MOU antara pemerintah pusat dengan Gubernur

Bali dan Bupati Kabupaten/Kota se-Bali, No. 425/3038/SEKRET/425.11/2853/DISDIK tanggal 26 April 2006. Demikian

jawaban Pemerintah Kab. Badung terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Badung yang disampaikan Bupati

Badung AA Gde Agung, pada Sidang Paripurna di Ruang Sidang Utama Ghosana DPRD Badung, Rabu (10/9). Rapat

dipimpin Wakil Ketua DPRD Tama Tenaya, dihadiri Ketua DPRD Badung I Gde Adnyana, Wakil Ketua I Gst.Karmadhi,

anggota DPRD Badung, Sekda Badung Wayan Subawa serta seluruh pejabat di lingkungan Pemkab. Badung.

Bupati menjelaskan, untuk tahun 2008 baik pada anggaran induk maupun anggaran perubahan telah dialokasikan dana

sebesar Rp. 41.363.928.290 berdasarkan keputusan Gubernur Bali No. 818/03-A/HK/2008 Pemprov. Bali memberikan

bantuan keuangan yang bersifat khusus bidang pendidikan kepada Kab. Badung sebesar Rp. 9.338.549.000 yang

diterima 6 Agustus 2008 peruntukannya ditetapkan untuk sarana prasana pendidikan antara lain rehab gedung,

meubelair, laboratorium dan perpustakaan. Mengenai kajian pendirian SMPN 4 Petang, Bupati Gde Agung

mengungkapkan adanya upaya pemerintah untuk memenuhi kewajiban pemerintah daerah dalam memberikan akses

pendidikan yang seluas-luasnya kepada masyarakat, khususnya masyarakat Carangsari, sekaligus merespon keinginan

masyarakat yang belum terpenuhi, maka didirikan SMPN 4 Petang yang berlokasi di Carangsari. Dikatakan juga

mengenai pendirian Puskesmas Pembantu di Belok Sidan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang

kesehatan, sudah diakomodir dalam rencana kerja pemerintah daerah tahun 2009 dan menjadi prioritas APBD 2009.

Demikian juga dalam menurunkan angka kerusakan infrastruktur di Kab. Badung akan terus diupayakan dengan

memprioritaskan infrastruktur yang ada di kawasan-kawasan pariwisata, dengan tidak mengesampingkan peningkatan

infrastruktur di wilayah pedesaan, termasuk jalan-jalan lingkungan yang akan ditindak lanjuti secara bertahap sesuai

kemampuan APBD. Dalam urusan sosial Gde Agung mengungkapkan bahwa Pemkab. Badung telah melakukan

terobosan untuk program pengentasan kemiskinan melalui kegiatan lintas sektoral yang melibatkan satuan kerja

perangkat daerah dan seluruh lapisan masyarakat seperti kegiatan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) fakir miskin, yang

sampai saat ini telah terbentuk sebanyak 15 KUBE masing-masing akan di bantu sebanyak 10 ekor sapi, bantuan

permodalan untuk Usaha Kecil dan Mikro (UKM) sebesar Rp.350 Juta dan bantuan Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan

(LUEP) sebesar Rp. 500 Juta. Disebutkan juga dalam hal meningkatkan ketahanan pangan menuju pembangunan

agrobisnis dan agrowisata, Pemkab. Badung melakukan beberapa program diantaranya pendidikan SLPTT (Sekolah

Lapang Pengendalian Hama Terpadu), SLPHT (Sekolah Lapang Pengendalian Hama Tepadu), Sekolah Lapang Hemat

Air, dan Pembinaan Metode SRI (System Of Rice Intensification) serta Program bantuan di bidang infrastruktur seperti

jaringan irigasi tingkat usaha tani, jaringan irigasi tingkat desa, jalan usaha tani dan bantuan balai subak. Mengenai

subsidi harga pupuk, Pemkab. Badung telah memberi bantuan berupa subsidi harga pupuk dan obat-obatan sehingga

masyarakat dapat terangsang untuk berusaha di bidang pertanian. Subsidi pupuk baik urea maupun ponska sudah

dilaksanakan untuk 3 komoditi diantaranya padi, jagung, kedelai dan palawija lainnya, yang penyalurannya melalui pipa

tertutup dengan mekanisme pencairan mengajukan rencana difinitif kebutuhan kelompok bagi semua jenis tanaman di

sawah yang diprogramkan oleh petani

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar